Senin, 27 Oktober 2014

Gak Mahal jalan jalan di East Coast-USA

Day 1, Jumat 16 Oktober'14,  jam 8.40am terbang menuju Newark via Hongkong by cathay pacific dan tiba di Bandara Newark Liberty Intl pada hari yg sama jam 9.30pm  selanjutnya dari Terminal B naik Airatrain menuju New York Penn station seharga $18/org, tiba di NY Penn station sempat kaget n bingung karena selain terminalnya besar juga suasana ramai sekali padahal sudah hampir jam 12 malam. Plan awal naik metro ke Chinatown tapi karena bingung liat metro mapnya New York akhirnya diputuskan naik taksi $16 ke New World Hotel Chinatown: $364.40/4 malam

Day 2,  karena matahari baru nongol setelah jam 6.30 maka aktifitas pun dimulai jam 9 pagi setelah sarapan bubur dan indomie yg dibawa dari Jakarta..hari kedua di NYC jalan jalan ke NYSE, 9/11 memorial park, Staten Island, city hall, battery park n south ferry, statue of liberty, jalan2 menggunakan MTI card 2.5usd/trip bisa diisi ulang

Day 3,  karena udara NYC sangat dingin sekitar 7 d, maka jalan jalan baru dimulai jam 10, mengunjungi beberapa daerah yg terkenal baik di film2 ataupun di televisi seperti Madison Square, Brodway, 15th, 42th street, time square, jam 7pm sudah kembali ke hotel..karena luasnya kota New York untuk memahami jalur transportasi Metro dan Bus gak semudah di Singapura atau Hongkong karena Metronya tidak semua connect..tapi dengan MTI card terasa lbh efektif krn nyasar pun biaya transport tetap sama..

Day 4, Lanjut jalan jalan ke union square, rockfeller market, united nation HO, news Building..naik Bus menikmati kota NYC uptown, Downton, Broklyn dan Jamaica..kesan di kota NYC kota sibuk, penduduknya ada dari berbagai bangsa, hidup sangat monoton, banyak orang stress dan homeless di jalan2 tapi orang orang sangat taat dgn aturan dan helpfull

Day 5, Bangun pagi pagi jalan kaki 100m dari hotel untuk naik bus dari chinatown $20/org menuju Boston berangkat jam 8.30am tiba jam 13.00pm. Check in 40 berkeleys, menikmati pemandangan kota Boston, common park, prudential, city hall dll, beli MBTI card $12 usd/day bisa bus n subway, Hotel 40 Barkeleys $232.80 untuk 2 malam

Day 6, jalan jalan ke kampus MIT dan Harvard naik subway dari backbay, quincy market,  Faneuil Hall Market dan haymatket

Day 7, Boston diguyur hujan dan angin badai, check out menuju south station terminal selanjutnya jam 11.55am naik Amtrak $61/org menuju Buffalo Depew..keretanya nyaman, bebas pilih tempat duduk

Day 8, Buffalo City, Setelah 14 jam perjalanan amtrak tanpa wifi $61/org akhirnya tiba juga di Buffalo Depew Station jam 1 pagi..karena stasiunnya sepi dan jarak ke kota Buffalo cukup jauh maka kami putuskan menunggu di stasiun sampai jam 6 pagi, selanjutnya naik  Bis NFTA ke North Bus station Buffalo city North Bus next dest lanjut naik nfta metro ke hotel passport inn sekitar 300m dari niagara fall $2 sekitar 45 menit perjalanan. Hotel Passport Inn Niagara $144.64

Day 9,  karena cuaca sangat dingin sekitar 4 derajat maka jalan jalan dimulai jam 11 siang..tujuan pertama adalah buffalo city..ke city hall..buffalo market dan lanjut ke Niagara Falls..lunch nasi briyani isi lamb sekitar $13 lumayan buat berdua..

Day 10, Perjalanan menuju Washington DC dari  Buffalo north Terminal naik Greyhound jam 1pm  $110orang menuju  transit  jam 11 malam di New York Penn Station dan lanjut jam 1am ke washington

Day 11, tiba di Union Station Washington DC  jam 5am naik taksi ke hotel yg berjarak sekitar 3km sekitar $8, menginap di Hostel International Washington DC $140 untuk 2 malam..istirahat sebentar di selanjutnya jalan jalan ke the White House, USA Capitol, America Monument, Archieve USA, Gedung Parlemen..keliling naik circular bis $1/orang

Day 12, hari ke 2 di Washington DC jalan jalan ke pusat perbelanjaan di George town dari pagi sampe siang selanjutnya naik Metro ke Tyson Corner sekitar 36km dari kota washington dc..disini semua merk  terkenal ada salan satu Mall yg mirip dengan senayan city..naik Metro Silver $10/org pp..lumayan mahal

Day 13,  meninggalkan kota Washington DC menuju Philadelphia via Baltimore. naik bis di chinatown seharga $10/orang sekitar 2.5 jam perjalanan dan tiba di jefferson station yg ada di pusat kota philadelphia selanjutnya naik taksi $8 menuju Apple Hostels of Philadelphia, 32 Bank street $152/2 malam

Day 14, jalan jalan ke Liberty Hall, independence Hall,  Liberty Bell Centre , Walnut dan chesnut street, Penn Station, Jefferson Plaza. naik bis Penta one way $2

Day 15, check out dari Hotel menuju Jefferson Station Philadelphia dan jam 14.00 naik Greyhoun $18/orang menuju  Newark Penn Station, tiba jam 16.30 selanjutnya naik dari penn station naik NJ Bus $1.5/org menuju Newark Int Airport sekitar 10 menit..bandara Newark cukup nyaman sayang tempat shoppingnya cuman dikit

Day 16, jam 1.30am naik pesawat American Airlines menuju HKIA sekitar 16 jam lanjut ke Jakarta by Cathay Pacific 3.5jam

Tiket Pesawat Jkt-New York: $1125
Total Akomodasi : $1019.52 (untuk berdua)
Rata rata Meals sehari $20
Local Transport Bus/Subway: $6
Bus antarkota : $170
Airport Tax : 150rb
Visa USA : 2jt
Total $4250/2org

Selasa, 23 September 2014

Jalan Jalan ke Laos via Bangkok

Pada bulan April lalu, bersama komunitas travelista  menuju Bangkok dengan airasia, kami tiba dalam kondisi darurat militer, dimana jam malam diberlakukan..kami menginap di budget hotel, hualangpo yg berdekatan dengan stasiun utama bangkok Hualangpo station

Day 2, Keesokan harinya, kami melakukan one day sight seeing di kota bangkok seperti ke floating market, cathucak market, paragon, siam square dan sore hari, naik kereta (sleeper train, 700baht/p) di stasiun hualangpo menuju Nongkai salah satu kota di ujung selatan Thailand yg berbatasan langsung dengan Laos. Perjalanan ditempuh selama 12 jam..sungguh mengesankan dan nyaman dgn sleeper train

Day 3, tepat jam 7 pagi hari kereta tiba di Nongkai train station, suasana stasiun tidak terlalu ramai...selanjutnya setelah antri membeli tiket kereta (260 baht) lanjutan ke Laos yang akan berangkat jam 09.00 waktu setempat, kami menyempatkan foto foto di sekitar stasiun dan thailand train library yg berbentuk kereta, dan sarapan di sekitar stasiun.
Setengah jam sebelum kereta berangkat, semua penumpang diminta antri di mini imigrasi thailand untuk pemeriksaan paspor sebelum meninggalkan thailand menuju Laos..dan tepat jam 9 kereta yg terdiri dari 3 gerbong berangkat meninggalkan nongkai menuju Laos..5 menit perjalanan tampak sungai mekong dan jembatan yg djkenal dengan Friendship Bridge sebagai pertanda kereta akan melintas perbatsan 2 negara...tampak di kiri kanan bendera thailand dan Laos...hhhmmm cuman 10 menit perjalanan akhirnya kami tiba di stasiun Tanaleng Laos..welcome to laos
Begitu turun kami langsung  menuju pos imigrasi laos yang sangat sederhana, Setelah 30 menit pemeriksaan imigrasi akhirnya kami keluar dan menuju ke mobil khusus yang sudah standby dan gak perlu bayar lagi karena sudah include dengan harga tiket kereta yang akan mengantar kami sampai ke hotel di kota Vientiane ibukota Laos..
Perjalanan dari stasiun Tanaleng menuju vientiane sekitar 30 menit..sepanjang prjalanan tidak ada gedung gedung tinggi dan mewah yang ada adalah rumah rumah yang mirip ruko ruko.
Tiba di funky mongkey hostel tempatnya backpacker...kami sekamar ber 8..waah asyik sekali..setelah istirahat dan mandi perjalanan kami lanjutkan dengan city sigtseing menuju Budha Park yang terkenal dengan seribu patung budhanya, sleeping budha, istana dan diakhir dengan makan malam sambil menikmati sungai mekong dimalam hari

Day 4, setelah menikmati brikfes telor ceplok dan roti bakar di hostel backacpaker kami kemudia melanjutkan perjalanan menuju kota Luang Prabang sekitar 10 jam dari Vientiane, kota Luang Prabang sangat terkenal dgn kotanya para backapcker, perjalanan darat sangat menyenangkan bisa melihat kampung2 ala laos yg masaih sangat tertinggal, kami mampir makan siang di Vanvien dgn menu Mie Pho irisan daging sapi dgn cabe yg diiris2 wiihh nuikmat sekali..apalagi setelah makan disuguhi dgn mangga laos yg manisnya minta ampun ,,tiba jam 10 malam di central backpacker..waaah sekamar rame2 dengan bule2 cewek..pas diatas tempat tidurku ada bule dari prancis...eehh cd b branya digantung sembarangan

Day 5, jam 5 subuh bangun, duduk didepan hotel sambil menunggu monk ceremoni (tradisi memberi makanan berupa beras dan buah2an ke para biksu oleh penduduk laos). Selanjutnya menikmati tempat wisata kota luang prabang yg hampir semua rumahnya bergaya prancis klasik..tempat wisata yg dikunjingi Goa Seribu Budha di tepi sungai mekong, air terjun terindah KuangXai dan istana indah diatas bukit tempat Budha bersemedi sambil menyaksikan keindahan kota luang prabang yg dilalui oleh sungai mekong..
malam menikmati kuliner seafood ala shabu shabu..ueenk n nikmat sekali.

Day 6, brikfes sambil bercengkerama dan bertukar pengalaman dgn para backpack dari berbagai negara sungguh menyenangkan,  jam 10 kami check out meninggalkan kota Luang Prabang kembali ke Ibukota Vientiane, perjalanan pulang berbeda dgn pergi, kami mencoba jalan yg baru dibuka oleh pemenrintah Laos..jalan sungguh mengerikan karena melewati pinggir tebing yang dipapas..namun kami tiba lbh cepat di Vientiane yaitu 7jam, menikmati makan malam steam kerapu terenak yg pernah saya rasakan

Day 7, sewa sepeda keliling kota vientiane : istanan presiden, Mall, Pasar Laos, museum, tugu monumen dan Patuxai yg terkenal karena menjadi replika arch d triomph di Paris..sangat bagus untuk mome t Foto

Selasa, 15 Juli 2014

Makna Hidup di Balik Lagu Ilir Ilir

Makna yang terkandung dalam lagu Lir Ilir, Karya Seni nan Indah Kiai Kanjeng Sunan Kalijaga

Karya indah Kanjeng Sunan Kalijaga

Lir Ilir

Lir ilir, lir ilir, tandure wus sumilir

(bangkitlah, bangkitlah, tanaman tlah bersemi)

Ta ijo royo royo, Ta senggoh temanten anyar

(Bagaikan warna hijau yang menyejukkan, bagaikan sepasang penganten baru)

Bocah angon, bocah angon penekno blimbing kuwi...

(Wahai anak gembala, panjatlah pohon belimbing itu)

Lunyu lunyu penekno, kanggo mbasuh dodot iro

(Biarpun licin tetaplah memanjatnya, untuk membasuh pakaianmu yang kotor itu)

Dodot iro dodot iro kumitir bedah ing pinggir

(Pakaian-pakaianmu itu telah rusak dan sobek)

Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore

(Jahitlah, perbaikilah untuk bekalan nanti sore)

Mumpung padang rembulane

(Selagi rembulan masih terang benderang/purnama)

Mumpung jembar kalangane

(Selagi tempat masih luas dan lapang)

Yo surak o surak hiyo

(Bersoraklah dengan penuh rasa syukur)

Karya indah Kanjeng Sunan ini tak hanya nyaman di telinga, namun juga mengandung makna filsafat yang tinggi juga merupakan petuah-petuah guru bagi sang murid untuk menuntut menuju jalan Alloh SWT.

Saya mencoba menuliskan makna dari lagu Kanjeng Sunan di atas secara umum, untuk pelajaran bagi diri saya sendiri. Juga untuk kita semua, semoga bermanfaat bagi saya, Anda, dan semua yang membacanya. Semoga Alloh merahmati kita semua. Amiin...

 

BismillahirRohmanirRohim

 

Tembang nan indah ini dibuat oleh Kanjeng Sunan Kalijaga berisikan nasihat/petuah sang guru kepada salik/murid-murid yang hendak menuntut di jalan Alloh, mengharap keridhoan Alloh dengan laku perbuatan yang baik, hati yang bersih, hingga mencapai kepada derajat yang diinginkan oleh sang guru.

 

Seruan untuk bangkit adalah seruan kepada jiwa, akal, hati, seruan kepada sang salik untuk berdiri tegak memenuhi panggilan kerinduan, segera bergegas menuju kepada Alloh. Agar tidak menunda-nunda perbuatan baik,dan bersegeralah kepada kebaikan. Dengan modal yang telah dianugerahkan oleh Alloh kepada manusia yaitu kuasa, kehendak, ilmu, hidup, penglihatan, pendengaran, dan kemampuan berkata-kata. 

Tanaman tlah bersemi..... Apa yang kau tanam, itulah yang kau tuai. dengan Kemurahan dan Kasih Sayang Alloh, serta atas Rahmat-Nya jua kita akan mendapat tarikan Tuhan untuk menempuh jalan kebenaran sejati. Juga melambangkan panggilan kerinduan Alloh kepada hamba-Nya untuk berjumpa dengan Alloh Yang Maha Besar dan Maha Suci telah tertanam di dalam hati. Sambutlah kerinduan yang telah diterbitkan di dalam hati sang murid dengan riang gembira, dengan kecintaan kepada Alloh, mulailah dengan membersihkan rohani. Bila rohani telah dibersihkan, maka jasmani akan ikut menjadi bersih. Karena rohani yang telah bersih akan senantiasa menjaga kebersihan tubuhnya.

Bila kerinduan tlah mendalam dan memuncak dalam hati sang penuntut, maka indahnya bak penganten baru yang saling merindukan dan mencintai sang kekasih, kebahagiaan itu akan menjadi sempurna bila telah berjumpa dan bersatu dengan sang kekasih.

 

Anak gembala bermakna diri sang salik/penuntut ilmu di jalan Alloh/murid yang sedang mengembala nafsu2nya demi mengharap Keridhoan Alloh SWT. Nafsu-nafsu yang harus ditundukkan ialah nafsu kebinatangan, nafsu tumbuh-tumbuhan. Nafsu kebinatangan diantaranya ialah mengambil yang bukan menjadi haknya, menyakiti orang lain, suka menipu, membunuh sesama manusia dan nafsu-nafsu lainnya yang tidak diridhoi oleh Alloh SWT. Nafsu tumbuh-tumbuhan adalah sifat malas pada manusia, ingin memiliki banyak harta namun malas bekerja keras, ingin sukses dunia akhirat, tapi tidak mau berkorban waktu dan tenaga.

Pohon belimbing bermakna...Jalan menuntut kepada Alloh SWT, yaitu jalan Ma'rifatullah, dengan melalui tahap demi tahap jalan syariat, tarekat, hakikat hingga sampailah ma'rifat kepada Alloh..jalan yang licin,gampang2 susah untuk di tempuh...Tetap bersabar di jalan Alloh,agar mencapai kebahagiaan sempurna dunia akhirat.

La hawla wa la quwatta Illah Billahil 'aliyil 'azim....

Pakaian disini berarti iman kita/sifat-sifat yang tidak diridhoi oleh Tuhan, seperti angkuh, iri hati, dengki, sombong (AIDS) yang kotor,yang bertengger didalam hati hingga mengotori diri kita,membuat iman menjadi lusuh dan sobek akibat tajamnya kotoran dosa kita...

dan bila telah sampai kembali kepada Sang Pemilik, maka pakaian itu akan di basuh dengan samudera Kesucian Alloh SWT atas Kemuliaan Alloh SWT itu sendiri.

 

Maka, sudah selayaknya, baju yang kotor dan telah sobek itu di cuci dan di jahit dengan perbaikan iman dan memperbanyak istighfar,memperbanyak zikir, bersabar, puasa dan bersyukur kepada Alloh. Agar kita mempunya bekal ibadah semasa di ladang bumi yang fana dan sementara ini.hingga, di saat diri tlah di panggil untuk kembali, tlah mempunyai bekal di alam yang kekal. Alam sebenarnya,tiada akhir.kembali kepada yang Maha Akhir Yang Tiada Berakhir....

 

Padang rembulane adalah akal yang masih sehat, dan telah dapat menerima ilmu-ilmu yang tidak dapat masuk ke dalam hati yang akalnya masih rendah seperti anak-anak ataupun orang tua yang sudah pikun.. Sesungguhnya Alloh menyukai pemuda-pemuda yang bertobat.

Jembar kalangane yang berarti...mumpung hayat masih di kandung badan, maka masih berkesempatan menuntut ilmu kepada Alloh SWT..dan badan masih sehat...karena, bila badan tak sehat dan hayat tlah tak dikandung badan, maka semua tlah terlambat untuk di jalani.

Mumpung masih berakal,masih sehat dan masih hidup, maka di sinilah tempat dan waktunya untuk menuntut ilmu menuju jalan kepada Alloh SWT..

 Dan sampai akhirnya pada Tujuan Akhir yaitu Alloh itu sendiri, sudah sepantasnya bila kita mengadakan pesta bersorak sorai bersyukur kepada Alloh, atas KeMaha Muliaan Nya dan Kasih Sayang-Nya sehingga diri ini mendapatkan kesempatan untuk mempelajari ilmu yang maha mulia ini untuk sampai Kepada-Nya dan berjumpa dan memandang wajah -Nya Yang Maha Suci dan Maha Besar yang kita sendiri tak kan mampu melainkan atas Pertolongan Allah jua....

 

Amiin....

Senin, 23 September 2013

Ganasnya Ombak Selatan dan Pesona keindahan Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon terletak di bagian paling barat Pulau Jawa, Indonesia. Kawasan Taman nasional ini juga memasukan wilayah Krakatau dan beberapa pulau kecil disekitarnya seperti Pulau Handeuleum dan Pulau Peucang. Taman ini mempunyai luas sekitar 122.956 Ha; (443 km² diantaranya adalah laut), yang dimulai dari tanjung Ujung Kulon sampai dengan Samudera Hindia.

Taman Nasional ini menjadi Taman Nasional pertama yang diresmikan di Indonesia, dan juga sudah diresmikan sebagai salah satu Warisan Dunia yang dilindungi oleh UNESCO pada tahun 1991, karena wilayahnya mencakupi hutan lindung yang sangat luas. Sampai saat ini kurang lebih 50 sampai dengan 60 badak hidup di habitat ini.

Pada awalnya Ujung Kulon adalah daerah pertanian pada beberapa masa sampai akhirnya hancur lebur dan habis seluruh penduduknya ketika Gunung Krakatau meletus pada tanggal 27 Agustus 1883 yang akhirnya mengubahnya kawasan ini kembali menjadi hutan

Jumat 20 September, setelah 3 minggu merencanakan trip ujung kulon, akhirnya hari yang ditunggu datang juga, jam 10.00 kami berkumpul di plaza senayan dan tepat jam 10.45 kami berangkat menuju Ujung Kulon meninggalkan suasana hiruk pikuk Jakarta yang seakan tiada henti, destinasi kami adalah desa sumur ujung kulon banten dengan perkiraan waktu tempuh 6 jam, melewati serang, cilegon, anyer dan carita.



Ada seribu macam cerita selama perjalanan yang mampu menghilangkan jarak dan waktu tempuh yang jauh, karena kami ber 26 didalam bus dan ketemu dengan sahabat dan kenalan baru dalam komunitas jalan jalan travelista, mulai dari yang pdkt istilah anak anak milenia, ada yang malu malu kucing, ada yang malu maluin, ada yang dikatain mirip raul lemos (padahal gantengan ini dari raul lemos), ada yang sudah ubanan tapi masih merasa 37 tahun, hhhmmmm sungguh perjalanan yang menyenangkan...

akhirnya......

Sabtu 21 September,  jam 4.50 pagi, disaat sang mentari masih malu untuk menampakkan diri di ujung Barat pulau Jawa, kami tiba di desa nelayan yang bernama sumur, konon kampung ini dinamakan sumur karena sumber air yang melimpah ada di daerah ini, kami beristirahat sejenak di rumah sang juragan kapal yang bernama pak Matang yang ternyata mantan pelaut bugis ya
ng gagah berani.

Jam 07.00 pagi setelah sarapan, kami naik kapal dengan kapasitas maks. 50 penumpang untuk memulai trip Ujung Kulon, tujuan pertama adalah Pulau Handeleum, berkano di di sungai Ciganter yang menurut orang mirip sungai Amazaon..entah miripnya dimana saya juga bingung karena belum pernah ke sana tapi menurut saya lebih mirip dengan sungai pohara di sulawasi tenggara yang ditumbuhi pohon bakau, rotan dan hutan mangrove, pohon kendeka (Bruguiera spp) mempunyai akar lutut (knee root), dan pohon-pohon nirih (Xylocarpus spp) berakar papan yang memanjang berkelok-kelok, dan selanjutnya kembali ke pulau Handeleum untuk makan siang..waaah moment ini yang paling menyenangkan makan ditempat terbuka ditambah dengan hembusan angin laut selatan yang lembut...duuuuh bahagia dan nikmatnya hidup ini.
  Jam 14.30, setelah menempuh perjalanan 2 jam 30 menit dari pulau Handeleum dengan ombak selatan yang kurang bersahabat yang sempat membuat kami khawatir, Alhamdulillah kami tiba di pulau puecang.
Pulau Peucang merupakan salah satu ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah. Flora di kawasan ini di antaranya merbau (Intsia bijuga), palahlar (Dipterocarpus haseltii), bungur (Lagerstroemia speciosa), cerlang (Pterospermum diversifolium), dan ki hujan (Engelhardia serrata). Selain itu juga ada pohon Ficus atau ara pencekik, tumbuhan parasit yang melilit pohon lain untuk hidup. Biasanya pohon inangnya akan mati jika aranya menjadi dewasa.

Pantai pulau ini teramat indah dengan hamparan pasir putih dengan laut hijau muda kebiru-biruan. Warna biru lautnya sangat ideal untuk kegiatan berenang, menyelam, memancing, atau snorkeling.

Kenapa dinamakan Peucang??, oooh ternyata mengambil nama dari sejenis siput yang sering ditemukan di pantainya. Penduduk setempat biasa menyebutnya "mata peucang". "Peucang" juga adalah istilah dalam Bahasa Sunda untuk menyebut kancil.  

Jam 15.30, setelah menikmati peucang dan menyimpang barang di bivak yang sudah disediakan oleh pengurus TN Ujung Kulon, kami melanjutkan aktifitas dengan snorkling di antara pulau peucang dan Cidaun...

Jam 16.45, setelah puas bersnorkling ria dan berenang menikamti keidahan bawah laut ujung kulon, sang nakhoda mengarahkan kemudi kapal untuk lego jangkar di Cidaun untuk selanjutnya short trecking dan wildlife viewing di savanah atau padang penggembalaan untuk menyaksikan atraksi satwa seperti Banteng, Merak, Rusa, dan Babi Hutan, sayang waktu kami tiba yang ada hanya sekumpulan kerbau coklat alias sapi....hehehe saya tidak kecewa setidaknya bekas kakiku telah membekas di semenanjung selatan pulau terluar jawa.

Jam 17.45, sebelum meninggalkan dermaga Cidaon, sang sinar surya sumber kehidupan planet bumi saatnya untuk pindah menjalankan tugas di belahan Timur bumi ini, duuuuh indahnya sunset, semakin kurasakan betapa kuasanya engkau wahai Tuhan semestas Alam.

Jam 18.10, kami tiba kembali di dermaga Peucang...ingin rasanya menghabiskan malam tapi jam 20.00 mata sudah  mulai berkunang-kunang sang kekasih hati mulai memaksa untuk diimpikan dalam tidur....ooooaaaahhhhh

Minggu, 22 September, jam 04.40 pagi, sudah menjadi kebiasaan jiwa dan ragaku, saya terbangun 
sholat subuh dan memulai aktifitas dengan sedikit berjalan mengelili sekitar pulau dan duduk di dermaga sambil menunggu sang mentari pagi kembali bersinar..

Jam 09.00, setelah berenang   menikmati hangatnya air laut dan hamparan pasir putih yang halus, perjalanan dilanjutkan dengan trecking selama 2 jam pulang pergi menuju obyek yang cukup menarik perhatian wisatawan di pulau ini yaitu Karang Copong adalah nama sebuah karang mati besar yang berlubang (copong) yang terletak di bagian utara pulau.

Jam 12.00, check out dari peucang dan berlayar kembali menembus ganasnya ombak laut selatan menuju desa Sumur dengan waktu tempuh sekitar 4.30 jam

(istirah dulu nanti dilanjut lagi ceritanya)..

sebagai refernsi : biaya 600 rb untuk biaya bus jakarta-sumur pp, sewa kapal, makan 5x, kano, pemandu dan tiket masuk handeleum, peucang dan Cidaon

Sabtu, 29 Juni 2013

catatan kecilku: Enam Argumen, Membuatku memulai Puasa Pada 9 Juli ...

catatan kecilku: Enam Argumen, Membuatku memulai Puasa Pada 9 Juli ...: PERTAMA, semangat Al Qur’an adalah menggunakan hisab. Hal ini ada dalam ayat  “Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan” (QS. 55:5). ...

Enam Argumen, Membuatku memulai Puasa Pada 9 Juli 2013/1 Ramadhan 2013

PERTAMA, semangat Al Qur’an adalah menggunakan hisab. Hal ini ada dalam ayat “Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan”(QS. 55:5). Ayat ini bukan sekedar menginformasikan bahwa matahari dan bulan beredar dengan hukum yang pasti sehingga dapat dihitung atau diprediksi, tetapi juga dorongan untuk menghitungnya karena banyak kegunaannya. Dalam QS. Yunus (10) ayat 5 disebutkan bahwa kegunaannya untuk mengetahi bilangan tahun dan perhitungan waktu.

KEDUA, jika spirit Qur’an adalah hisab, mengapa Rasulullah Saw menggunakan rukyat? Menurut Rasyid Ridha dan Mustafa Az-Zarqa, perintah melakukan rukyat adalah perintah ber-ilat (beralasan). Ilat perintah rukyat adalah karena ummat zaman Nabi Saw adalah ummat yang ummi, tidak kenal baca tulis dan tidak memungkinkan melakukan hisab. Ini ditegaskan oleh Rasulullah Saw dalam hadits riwayat Al Bukhari dan Muslim, “Sesungguhnya kami adalah umat yang ummi; kami tidak bisa menulis dan tidak bisa melakukan hisab. Bulan itu adalah demikian-demikian. Yakni kadang-kadang dua puluh sembilan hari dan kadang-kadang tiga puluh hari.”
Dalam kaidah fiqhiyah, hukum berlaku menurut ada atau tidak adanya ilat. Jika ada ilat, yaitu kondisi ummi sehingga tidak ada yang dapat melakukan hisab, maka berlaku perintah rukyat. Sedangkan jika ilat tidak ada (sudah ada ahli hisab), maka perintah rukyat tidak berlaku lagi. Yusuf Al Qardawi menyebut bahwa rukyat bukan tujuan pada dirinya, melainkan hanyalah sarana. Muhammad Syakir, ahli hadits dari Mesir yang oleh Al Qaradawi disebut seorang salafi murni, menegaskan bahwa menggunakan hisab untuk menentukan bulan Qamariah adalah wajib dalam semua keadaan, kecuali di tempat di mana tidak ada orang mengetahui hisab.

KETIGA, dengan rukyat umat Islam tidak bisa membuat kalender. Rukyat tidak dapat meramal tanggal jauh ke depan karena tanggal baru bisa diketahui pada H-1. Dr. Nidhal Guessoum menyebut suatu ironi besar bahwa umat Islam hingga kini tidak mempunyai sistem penanggalan terpadu yang jelas. Padahal 6000 tahun lampau di kalangan bangsa Sumeria telah terdapat suatu sistem kalender yang terstruktur dengan baik.

KEEMPAT, rukyat tidak dapat menyatukan awal bulan Islam secara global. Sebaliknya, rukyat memaksa umat Islam berbeda memulai awal bulan Qamariah, termasuk bulan-bulan ibadah. Hal ini karena rukyat pada visibilitas pertama tidak mengcover seluruh muka bumi. Pada hari yang sama ada muka bumi yang dapat merukyat tetapi ada muka bumi lain yang tidak dapat merukyat.  Kawasan bumi di atas lintang utara 60 derajat dan di bawah lintang selatan 60 derajat adalah kawasan tidak normal, dimana tidak dapat melihat hilal untuk beberapa waktu lamanya atau terlambat dapat melihatnya, yaitu ketika bulan telah besar. Apalagi kawasan lingkaran artik dan lingkaran antartika yang siang pada musim panas melebihi 24 jam dan malam pada musim dingin melebihi 24 jam.

KELIMA, jangkauan rukyat terbatas, dimana hanya bisa diberlakukan ke arah timur sejauh 10 jam. Orang di sebelah timur tidak mungkin menunggu rukyat di kawasan sebelah barat yang jaraknya lebih dari 10 jam. Akibatnya, rukyat fisik tidak dapat menyatukan awal bulan Qamariah di seluruh dunia karena keterbatasan jangkauannya. Memang, ulama zaman tengah menyatakan bahwa apabila terjadi rukyat di suatu tempat maka rukyat itu berlaku untuk seluruh muka bumi. Namun, jelas pandangan ini bertentangan dengan fakta astronomis, di zaman sekarang saat ilmu astronomi telah mengalami kemajuan pesat jelas pendapat semacam ini tidak dapat dipertahankan.

KEENAM, rukyat menimbulkan masalah pelaksanaan puasa Arafah. Bisa terjadi di Makkah belum terjadi rukyat sementara di kawasan sebelah barat sudah, atau di Makkah sudah rukyat tetapi di kawasan sebelah timur belum. Sehingga bisa terjadi kawasan lain berbeda satu hari dengan Makkah dalam memasuki awal bulan Qamariah. Masalahnya, hal ini dapat menyebabkan kawasan ujung barat bumi tidak dapat melaksanakan puasa Arafah karena wukuf di Arafah jatuh bersamaan dengan hari Idul Adha di ujung barat itu. Kalau kawasan barat itu menunda masuk bulan Zulhijjah demi menunggu Makkah padahal hilal sudah terpampang di ufuk mereka, ini akan membuat sistem kalender menjadi kacau balau.

Argumen-argumen di atas menunjukkan bahwa rukyat tidak dapat memberikan suatu penandaan waktu yang pasti dan komprehensif. Dan karena itu tidak dapat menata waktu pelaksanaan ibadah umat Islam secara selaras di seluruh dunia. Itulah mengapa dalam upaya melakukan pengorganisasian sistem waktu Islam di dunia internasional sekarang muncul seruan agar kita memegangi hisab dan tidak lagi menggunakan rukyat. Temu pakar II untuk Pengkajian Perumusan Kalender Islam (Ijtima’ al Khubara’ as Sani li Dirasat Wad at Taqwimal Islami) tahun 2008 di Maroko dalam kesimpulan dan rekomendasi (at Taqrir al Khittami wa at Tausyiyah) menyebutkan: “Masalah penggunaan hisab: para peserta telah menyepakati bahwa pemecahan problematika penetapan bulan Qamariah di kalangan umat Islam tidak mungkin dilakukan kecuali berdasarkan penerimaan terhadap hisab dalam menetapkan awal bulan Qamariah, seperti halnya penggunaan hisab untuk menentukan waktu-waktu shalat.”

Sebagaimana diketahui pada garis besarnya sistem penetapan awal bulan Qamariyah ada dua yaitu hisab dan ru'yah. Kedua sistem ini bermaksud untuk mengamalkan sabda Rasulullah SAW tentang penentuan awal bulan khususnya bulan Ramadhan, Syawwal dan Dzulhijjah, yaitu :
Ru'yatuI hilalyang dalam istilah astronomi disebut observasi secara langsung awal bulan Ramadhan dan awal bulan Syawwal yaitu sabda Rasulullah SAW yang artinya: "Berpuasalah kamu ketika melihat bulan (bulan sabit Ramadhan) dan berbukalah kamu ketika melihat bulan (bulan Syawwal) maka jika mendung hendaklah kamu sempurnakan bulan Sya'ban tiga puluh hari. (hadis ru'yah, dalam Kitab Shahihul al-Bukhari, hadis  yang ke-940). Menurut prinsip ru'yat penentuan awal bulan harus dibuktikan dengan melihat bulan sabit (hilal) di atas ufuk pada hari yang ke 29. Jika hilal tidak berhasil dilihat karena mendung atau tertutup awan maka harus diistikmalkan/disempurnakan 30 hari. Ru'yah berasal dari akar kata ra'a yang artinya melihat dengan mata telanjang sebagaimana di zaman Rasulullah Saw. Jadi golongan ahli ru'yah ini berpatokan kalau sudah melihat bulan sabit (baru), baru hidup bulan (datang bulan baru). Kalau tidak melihat bulan karena mendung atau tertutup awan maka bulan masih belum hidup (masih tanggal 30), sehingga tanggal satu bulan baru pada besok lusa. demikianlah pendapat ulama dari kalangan mazhab Syafi'i antara lain Ibnu Hajar Al Haitami dalam kitab Tuhfah juz ke IIIhal 374 yang intinya mewajibkan puasa dikaitkan dengan ru'yatul hilal yang terjadi setelah terbenam mata hari bukan karena wujudnya hilal walaupun bulan sudah tinggi di atas ufuk kalau bulan tidak terlihat belum masuk bulan baru.

Sistem hisabmenurut Prof. Dr. H. Syamsul Anwar, M.A. yang disampaikan dalam pengajian Ramadhan 1431 H PP Muhammadiyah di Kampus Terpadu UMY. “Hisab yang dipakai Muhammadiyah adalah hisab wujud al hilal, yaitu metode menetapkan awal bulan baru yang menegaskan bahwa bulan Qamariah baru dimulai apabila telah terpenuhi tiga parameter: telah terjadi konjungsi atau ijtima', ijtima' itu terjadi sebelum matahari terbenam, dan pada saat matahari terbenam bulan berada di atas ufuk.”

Pada prinsipnya hisab berdasarkan sistem ijtima, yaitu antara bumi dan bulan berada pada satu garis lurus astronomi. Bulan menyelesaikan satu kali putaran mengelilingi bumi dalam waktu 29 hari 44 menit 27 detik atau satu keliling. Jika ijtima terjadi setelah matahari terbenam pada hari ke 29 maka besoknya terhitung hari yang ke 30 (bulan baru belum wujud), tetapi jika ijtima terjadi sebelum mata hari terbenam hari yang 29 maka besoknya terhitungbulan baru atau tanggal 1. Hisab ini berdasarkan firman Allah Surah Yunus ayat 5 yang artinya :
Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang Mengetahui.
Dalam hadis Rasulullah Saw yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yang artinya: Sebenarnya bulan
itu dua puluh sembilan hari maka janganlah kamu berpuasa sehingga kamu melihat bulan dan janganlah kamu berhari raya sebelum kamu melihat bulan, jika mendung "kadarkanlah" olehmu untuknya.
Para ulama berbeda pendapat tentang arti kata-kata "kadarkanlah". Ada yang  menafsirkan sempumakanlah 30 hari. Ada pula yang berpendapat arti "kadarkanlah" tersebut adalah "fa'udduhu bil hisab" artinya kadarkanlah dengan berdasarksn hisab dari pendapat lbnu Rusyd dalam kitabnya Bidayalul Mujtahid. 

Demikian pula Ibnu Syauraidi Mutarrif dan Ibnu Qulaibah bahwa yang dimaksud "kadarkanlah" ialah dihitung menurut ilmu falak. Ulama Syatriyah yakni Imam Ramli dalam kitabnya Nihayatul Mujtahid Juz III hal. 148 menyatakan: Bahwa bagi ahli hisab dan orang orang yang mempercayainya wajib berpuasa berdasarkan hisabnya. Demikian pula kalau ada orang yang mengaku telah melihat bulan padahal menurut perhitungan hisab bulan belum terwujud maka kesaksian ituditolak (Tuhfah Juz IIIhal. 382). Aliran baru Imam Qalyubi menjelaskan ada 10 pengertian yang dikandung dalam hadis shumu liru'yatihi, diantaranya adalah ru'yah diartikan pada ilmu pengetahuan, maka pendapat ahli hisab tentang bulan atau tanggal dapat diperpegangi (Qalyubi  Juz II hal 49), jadi ru'yah tidak mesti dengan mata telanjang.

Mengapa Muhammadiyah memakai sistem hisab ?
Prinsip yang selalu dianut oleh persyarikatan Muhammadiyah adalah setia mengikuti perkembangan zaman kemajuan sains dan teknologi yang menyelaraskan dengan hukum-hukum Islam. Inilah yang dikenal sebagai tarjih dan pemikiran. Apalagi masalah keumatan khususnya dalam penetapan awal bulan Ramadhan dan Syawal, para ahli hisab Muhammadiyah yang tergabung dalam Majelis Tarjih dan Tajdid telah memberikan pendapatnya kemudian dituangkan dalam surat keputusan pimpinan pusat Muhammadiyah tentang penetapan awal Ramadhan dan Syawal.

Hukum yang ditetapkan Muhammadiyah harus berangkat dari dalil Naqli Al-Qur'an dan As-Sunah Shahihah dan dari acuan pokok tersebut dikembangkan berdasarkan kaedah Ushul Fiqh.
Muhammadiyah dalam penentuan awal bulan menggunakan sistem hisab hakiki wujudul hilalartinya memperhitungkan adanya hilal pada saat matahari terbenam dan dengan dasar Al-Qur'an Surah Yunus ayat 5 di atas dan Hadis Nabi tentang ru'yah riwayat Bukhari. Memahami hadis tersebut secara taabudi atau gairu ma'qul ma'na/tidak dapat dirasionalkan, tidak dapat diperluas dan dikembangkan sehingga ru'yah hanya dengan mata telanjang tidak boleh pakai kacamata dan teropong dan alat-alat lainnya, hal ini terasa kaku dan sulit direalisasikan. Apalagi daerah tropis yang selalu berawan ketika sore menjelang magrib, jangankan bulan, matahari pun tidak kelihatan sehingga ru'yah mengalami gagal total.

Hadis tersebut kalau diartikan dengan Ta'qul ma'naartinya dapat dirasionalkan maka ru'yah dapat diperluas, dikembangkan melihat bulan tidak terbatas hanya dengan mata telanjang tetapi termasuk semua sarana alat ilmu pengetahuan, astronomi, hisab dan sebagainya.  Sebaliknva dengan memahami bahwa hadis ru'yah itu ta'aquli ma'na maka hadis tersebut akan terjaga dan terjamin relevansinya sampai hari ini, bahkan sampai akhir zaman nanti. Berlainan dengan masalah ibadahnya seperti shalat hari raya, itu tidak dapat dirasionalkan apalagi dikompromikan karena ketentuan tersebut sudah baku dari sunnah Rasul. Tetapi kalau menuju ke arah ibadah itudapat diijtihadi, misalnya berangkat haji ke Mekkah silahkan dengan transportasi yang modern tetapi kalau dalam pelaksanaan hajinya sudah termasuk ibadah harus sesuai dengan sunnah Rasul. Dengan pemahaman semacam ini hukum Islam akan tetap up todate dan selalu tampil untuk menjawab tantangan zaman.


Dengan demikian maka Muhammadiyah dalam penentuan awal bulan memakai sistem hisab berdasarkan wujudul hilal. Andaikata ketentuan hisab tersebut berbeda dengan pengumuman pemerintah apakah melanggar ketentuan pemerintah? atau dengan melanggar Al-qur'an surah Annisa ayat 59 "Athiullah wa athi'u ar rasul wa ulil amri minkum". Muhammadiyah tidak melanggar  ketentuan pemerintah dalam soal ketaatan beragama sebab pemerintah membuat pengumuman bahwa hari raya tanggal sekian dan bagi umat Islam yang merayakan hari raya berbeda berdasarkan keyakinannya, makadipersilahkan dengan sama-sama menghormatinya. Jadi pemerintah sendiri sudah menyadari dan mengakomodir perbedaan tersebut. 



Rabu, 15 Agustus 2012

Jangan biarkan Ramadhan pergi begitu saja?


Jauh di kedalaman hati kita yang paling bening, terbersit rasa syukur yang tidak terhingga. Rasa syukur yang mengisi setiap pembuluh darah kita, mengalirkan kesejukan ke dalam pori-pori kulit kita, urat-urat syaraf kita, jaringan-jaringan daging kita, butir-butir darah kita, dan sampai ke dalam tulang sumsum kita. Seperti tetes-tetes embun di pagi hari, air mata kita perlahan-lahan menggenangi pipi kita. Air mata terima kasih kita kepada Dia Yang Mahasayang. Air mata kepuasan karena sebentar lagi bisa berhari-raya. Air mata kebahagiaan karena kita mendapat peluang untuk menyelesaikan puasa dan salat malam kita di bulan Ramadhan.

Kenanglah kesibukan kita di bulan Ramadhan: Menahan lapar dan haus, mengendalikan hawa nafsu, membaca Al-Quran, menghadiri tadarusan, melakukan salat malam atau berbagi makanan kepada fuqara dan masakin. Kenanglah malam-malam qadar ketika kita melantunkan doa-doa kita dalam kesepian atau dalam kerumunan, di rumah sendiri atau di rumah Tuhan.

Kenanglah sabda Nabi saw di tengah-tengah sahabatnya, lebih dari seribu empat ratus tahun yang lalu. “Pada malam Qadar Allah memerintahkan malaikat Jibril untuk turun ke dunia bersama rombongan para malaikat…Ketika fajar terbit, Jibril berseru: Wahai para malaikat, kembalilah, kembalilah. Para malaikat pun menyahut: Ya Jibril, apa yang telah dilakukan Allah dalam memenuhi hajat-hajat kaum mukmin umat Muhammad? Jibril berkata: Allah swt telah memenuhi keperluan mereka – membahagiakan dan mengampuni mereka semua kecuali empat orang! Para sahabat bertanya: Ya Rasulallah, man hum? Siapakah mereka yang tidak diterima ibadatnya, yang ditolak doanya, yang tidak diampuni dosa-dosanya?

Dengarkan Nabi saw bersabda: Semua orang dipenuhi keinginannya kecuali empat orang:

رجل مدمن خمر، وعاق لوالديه، وقاطع رحم ومشاحن

orang yang terus menerus minum khamar, orang yang durhaka kepada orangtuanya, orang yang memutuskan silaturahmi, dan orang yang sedang bermusuhan (Al-Baihaqi, Syu’b al-Iman 3:336 hadis 3695; Rawdhat al-Wa’izhin 380, dari Imam Ali a.s).

Kita tahu, minum khamar adalah dosa besar. Alhamdulillah, kita semua berhasil menghindarinya. Yang tidak kita sadari adalah kenyataan bahwa seperti minum khamar, durhaka pada orang tua, memutuskan silaturahmi, dan meneruskan permusuhan adalah dosa-dosa besar. Karena dosa-dosa besar itu, pintu-pintu langit ditutupkan, ibadah-ibadah dicampakkan, doa-doa dilemparkan, dan permohonan ampunan ditolakkan.

Marilah kita kenang ibadah-ibadah kita di bulan Ramadhan. Ketika kita menadahkan tangan kita di atas sajadah kita, kenanglah apakah sebelumnya kita membuat orang tua kita murka atau sakit hati? Apakah kita menyakiti pasangan kita, saudara kita, sahabat kita, tetangga kita, atau pegawai kita? Apakah kita tidak mau meminta maaf dan tidak mau memaafkan? Apakah kita menyimpan dendam dan memelihara permusuhan? Dalam taman kehidupan, apakah kita menjadikan diri kita seperti rumpun berduri yang tumbuh di tengah jalan. Semua orang yang lewat pasti terluka karena duri-duri kita yang tajam. Bila kita menjawab ya, kita keluar dari bulan Ramadhan dengan tangan hampa. Tanpa ijabah doa. Tanpa ampunan Tuhan. Tanpa anugrah Ramadhan.

Tanyalah dirimu! Ketika lidah kita membacakan ayat-ayat suci, ingatlah apakah lidah yang sama telah memaki orang lain hanya karena fahamnya berbeda dengan kita, atau karena pendapatnya tidak kita setujui, atau karena kelakuannya tidak seperti yang kita inginkan? Apakah lidah kita telah menjadi ular yang menyemburkan bisa kepada semua orang. Bisa fitnah yang menjatuhkan kehormatan orang. Bisa namimah yang mengadu domba orang-orang yang saling mencinta. Bisa membongkar aib yang mempermalukan orang. Hitung berapa banyak hamba Allah yang merintih pilu, menderita karena bisa-bisa menyengat yang keluar dari mulut kita.

Sambil memegang tirai Ka’bah, Nabi saw mengagumi rumah Tuhan: Betapa agungnya kamu. Betapa besarnya kamu. Tapi, demi Allah, yang jiwaku ada di tanganNya, jika ada orang yang meruntuhkan kamu, wahai Ka’bah, bata demi bata, kemudian menghancurkannya dan membakarnya, dosanya jauh lebih rendah daripada orang yang meruntuhkan kehormatan kaum mukmin.” (Dengan redaksi yang lebih singkat, hadis ini diriwayatkan dalam Sunan Ibn Majah 3932; Syu’b al-Iman 6706; Bihar al-Anwar 67:71; Tanbih al-Khawathir 1:52)

by AH