Rabu, 15 Agustus 2012

Jangan biarkan Ramadhan pergi begitu saja?


Jauh di kedalaman hati kita yang paling bening, terbersit rasa syukur yang tidak terhingga. Rasa syukur yang mengisi setiap pembuluh darah kita, mengalirkan kesejukan ke dalam pori-pori kulit kita, urat-urat syaraf kita, jaringan-jaringan daging kita, butir-butir darah kita, dan sampai ke dalam tulang sumsum kita. Seperti tetes-tetes embun di pagi hari, air mata kita perlahan-lahan menggenangi pipi kita. Air mata terima kasih kita kepada Dia Yang Mahasayang. Air mata kepuasan karena sebentar lagi bisa berhari-raya. Air mata kebahagiaan karena kita mendapat peluang untuk menyelesaikan puasa dan salat malam kita di bulan Ramadhan.

Kenanglah kesibukan kita di bulan Ramadhan: Menahan lapar dan haus, mengendalikan hawa nafsu, membaca Al-Quran, menghadiri tadarusan, melakukan salat malam atau berbagi makanan kepada fuqara dan masakin. Kenanglah malam-malam qadar ketika kita melantunkan doa-doa kita dalam kesepian atau dalam kerumunan, di rumah sendiri atau di rumah Tuhan.

Kenanglah sabda Nabi saw di tengah-tengah sahabatnya, lebih dari seribu empat ratus tahun yang lalu. “Pada malam Qadar Allah memerintahkan malaikat Jibril untuk turun ke dunia bersama rombongan para malaikat…Ketika fajar terbit, Jibril berseru: Wahai para malaikat, kembalilah, kembalilah. Para malaikat pun menyahut: Ya Jibril, apa yang telah dilakukan Allah dalam memenuhi hajat-hajat kaum mukmin umat Muhammad? Jibril berkata: Allah swt telah memenuhi keperluan mereka – membahagiakan dan mengampuni mereka semua kecuali empat orang! Para sahabat bertanya: Ya Rasulallah, man hum? Siapakah mereka yang tidak diterima ibadatnya, yang ditolak doanya, yang tidak diampuni dosa-dosanya?

Dengarkan Nabi saw bersabda: Semua orang dipenuhi keinginannya kecuali empat orang:

رجل مدمن خمر، وعاق لوالديه، وقاطع رحم ومشاحن

orang yang terus menerus minum khamar, orang yang durhaka kepada orangtuanya, orang yang memutuskan silaturahmi, dan orang yang sedang bermusuhan (Al-Baihaqi, Syu’b al-Iman 3:336 hadis 3695; Rawdhat al-Wa’izhin 380, dari Imam Ali a.s).

Kita tahu, minum khamar adalah dosa besar. Alhamdulillah, kita semua berhasil menghindarinya. Yang tidak kita sadari adalah kenyataan bahwa seperti minum khamar, durhaka pada orang tua, memutuskan silaturahmi, dan meneruskan permusuhan adalah dosa-dosa besar. Karena dosa-dosa besar itu, pintu-pintu langit ditutupkan, ibadah-ibadah dicampakkan, doa-doa dilemparkan, dan permohonan ampunan ditolakkan.

Marilah kita kenang ibadah-ibadah kita di bulan Ramadhan. Ketika kita menadahkan tangan kita di atas sajadah kita, kenanglah apakah sebelumnya kita membuat orang tua kita murka atau sakit hati? Apakah kita menyakiti pasangan kita, saudara kita, sahabat kita, tetangga kita, atau pegawai kita? Apakah kita tidak mau meminta maaf dan tidak mau memaafkan? Apakah kita menyimpan dendam dan memelihara permusuhan? Dalam taman kehidupan, apakah kita menjadikan diri kita seperti rumpun berduri yang tumbuh di tengah jalan. Semua orang yang lewat pasti terluka karena duri-duri kita yang tajam. Bila kita menjawab ya, kita keluar dari bulan Ramadhan dengan tangan hampa. Tanpa ijabah doa. Tanpa ampunan Tuhan. Tanpa anugrah Ramadhan.

Tanyalah dirimu! Ketika lidah kita membacakan ayat-ayat suci, ingatlah apakah lidah yang sama telah memaki orang lain hanya karena fahamnya berbeda dengan kita, atau karena pendapatnya tidak kita setujui, atau karena kelakuannya tidak seperti yang kita inginkan? Apakah lidah kita telah menjadi ular yang menyemburkan bisa kepada semua orang. Bisa fitnah yang menjatuhkan kehormatan orang. Bisa namimah yang mengadu domba orang-orang yang saling mencinta. Bisa membongkar aib yang mempermalukan orang. Hitung berapa banyak hamba Allah yang merintih pilu, menderita karena bisa-bisa menyengat yang keluar dari mulut kita.

Sambil memegang tirai Ka’bah, Nabi saw mengagumi rumah Tuhan: Betapa agungnya kamu. Betapa besarnya kamu. Tapi, demi Allah, yang jiwaku ada di tanganNya, jika ada orang yang meruntuhkan kamu, wahai Ka’bah, bata demi bata, kemudian menghancurkannya dan membakarnya, dosanya jauh lebih rendah daripada orang yang meruntuhkan kehormatan kaum mukmin.” (Dengan redaksi yang lebih singkat, hadis ini diriwayatkan dalam Sunan Ibn Majah 3932; Syu’b al-Iman 6706; Bihar al-Anwar 67:71; Tanbih al-Khawathir 1:52)

by AH


Minggu, 12 Agustus 2012

Mudik sebagai simbol metafisik-pada akhirnya kembali ke asal

Tinggal menghitung hari kita akan meninggalkan bulan suci Ramadan. Sebagaimana dalam tradisi masyarakat muslim di Indonesia, menjelang lebaran Idul Fitri mereka akan disibukkan dengan mudik ke kampung halaman.

Mudik adalah fenomena masyarakat urban, mereka yang selama ini mengais rezeki di perantauan akan pulang kampung untuk berlebaran. Mudik menyiratkan fenomena “kembali” (coming back), dalam arti sejauh-jauhnya manusia pergi toh akan kembali jua, termasuk kembali dalam arti spiritual atau dalam peristiwa kematian.

Mudik memang juga menyimbolkan fenomena “metafisik”, dalam arti sejauh-jauhnya orang melakukan pengembaraan, pada akhirnya akan kembali ke habitatnya sebagai manusia, makhluk ciptaan Tuhan. Mudik bukan sekadar fenomena sosiologis biasa, sebab jika hanya fenomena sosiologis, pertanyaannya mengapa orang harus pulang kampung di hari-hari menjelang lebaran? Belum lagi ada pelbagai risiko, di mana pada saat itu bukan hanya segelintir orang, melainkan jutaan orang yang pulang kampung.

Itu menandakan bahwa mudik bukan sekadar fenomena sosiologis. Ada spirit religiusitas di mana orang berkeinginan keras untuk pulang kampung, dan ada satu titik perasaan di mana tak menghendaki penjelasan rasional ketika banyak orang melakukan mudik untuk berlebaran, melakukan maaf-maafan di kampung halaman mereka.
Bagaimana mungkin orang yang tak punya salah lalu meminta maaf? Bagaimana untuk menjelaskan orang yang tak pernah bertemu dengan kerabatnya dalam satu tahun, misalnya, lalu kemudian dianggap satu dan lainnya memiliki kesalahan sehingga harus bermaaf-maafan?
Ada wilayah yang diistilahkan Mircea Eliade (1999) sebagai teritori sakral dalam suatu tradisi keagamaan. Serasional apa pun seorang muslim, ketika pada hari-hari menjelang lebaran kemudian tak pulang atau mudik, maka akan bersedih hatinya. Atau paling tidak, ada suatu perasaan mengganjal di mana dirinya ingin pulang kampung menemui keluarga.

Dalam ranah sosiologis, fenomena seperti mudik dan bermaaf-maafan, dapat juga dijadikan sebagai satu variabel untuk mengukur tingkat religiusitas seseorang. Sebab salah satu konsep religiusitas dalam metodologi penelitian, misalnya, model Glock dan Stark (1989) adalah mempertanyakan apa yang diistilahkan sebagai keterlibatan ritual (ritual involvement), yaitu tingkat sejauh mana seseorang terlibat mengerjakan ritual-ritual tradisi keagamaan mereka, dan juga keterlibatan secara konsekuen (consequential involvement), yaitu tingkatan sejauh mana perilaku seseorang konsekuen dengan tradisi ajaran agamanya.

Ada spirit religiusitas di mana mudik kemudian menjadi simbol keagamaan. Mudik tak selalu melakukan perjalanan pulang kampung. Sebab ia bisa berarti bentuk simbolik di mana manusia ingin kembali. Dalam kasus tertentu, ada keluarga-keluarga yang tak punya sanak-keluarga di luar wilayahnya. Atau mungkin juga antarkeluarganya sudah menetap di satu wilayah tertentu, seperti di Jakarta semua, misalnya, ketika datang fenomena lebaran, mereka saling berkumpul. Secara fisik, mereka tak melakukan mudik dalam arti pulang kampung. Namun di sana, mudik berarti saling menemui sanak-keluarga satu dengan lainnya.

Tradisi mudik, lebaran dan maaf-maafan, sudah merupakan tradisi di Indonesia. Itu merupakan suatu kelangkaan dan kekayaan budaya tersendiri, karena pada saat yang sama, belum tentu, atau tak mungkin di negara-negara lainnya fenomena seperti itu bisa terjadi. Fenomena mudik yang dilakukan kaum muslim, memberi gambaran bagaimana teori-teori perubahan sosial teraktualisasi secara nyata (Peter L. Berger, 2001).

Secara ekonomi, misalnya, tradisi ini bukan hanya sebuah ritual keagamaan namun juga memiliki potensi ekonomi yang luar biasa. Orang yang mudik biasanya membekali dirinya dengan penghasilannya dari tanah rantau bahkan tidak sedikit yang melakukan kegiatan ekonomi di tempat kelahirannya.

Dampak ekonomi yang dihasilkan oleh mudik lebaran demikian besar, tidak terlalu mengherankan kalau fenomena ini ditunggu banyak kalangan. Rezeki lebaran, biasa menyebutnya akan memungkinkan banyak warga meningkat penghasilannya. Efek yang ditimbulkan dari fenomena mudik lebaran merupakan sesuatu yang bisa dihitung secara matematis.

Momentum mudik lebaran hendaknya bisa dijadikan ajang perbaikan ekonomi ke depan, mengingat kehadirannya yang begitu strategis untuk memengaruhi kehidupan ekonomi masyarakat perdesaan.
Bagaimanapun juga, mudik lebaran tetap menjadi upacara menarik. Dengan demikian, budaya mudik memiliki daya pikat serta daya tarik tersendiri yang luar biasa. Dengan mudik itulah pemudik menjadikan arena bergengsi untuk menunjukkan tampilan yang bercorak metropolis dan sebagainya.
Mudik lebaran tidak hanya ditunggu-tunggu oleh para pemudik itu sendiri, namun juga para pelaku/dunia usaha yang senantiasa mendapatkan berkah luberannya. Meski musiman, para pebisnis yang jeli mempersiapkan diri dengan baik, sehingga bisa optimal pada saat hari H, para pemudik akan membelanjakan uang sebanyak-banyaknya.
Mudik jelas akan menggulirkan perekonomi perdesaan yang di saat biasa jauh dari hingar-bingar. Kawasan perdesaan tempat asal para migran yang mudik lebaran, adalah potret daerah yang sepi dari kegiatan ekonomi menjadi sumringah oleh kegiatan buang-buang uang dari para pemudik.

Ibundaku i'm coming.......Ketupat, buras, ayam lekku, hmmmmmnm

Rabu, 08 Agustus 2012

Mengurus sendiri Visa Schengen

Teman-teman Backpacker Dunia yang ingin backpacking ke Eropa,

karena saking seringnya ditanya-tanya soal pengurusan visa Schengen Eropa, maka di bawah ini informasi bagaimana pengurusan visa Schengen di Kedubes Belanda-- Anda bisa ambil visa schengen dari Kedubes negara-negara di bawah ini, syarat-syarat di bbrp kedubes negara Eropa hampir sama, saya beri contoh dari Kedubes Belanda ya): http://indonesia.nlembassy.org

Formulir bisa didownload d http://indonesia.nlembassy.org/dsresource?objectid=buzabeheer:266278&type=org

Visa Schengen berlaku di 25 negara di Eropa:

1. Austria
2. Belgium
3. Czech Republic
4. Denmark
5. Estonia
6. Finland
7. France
8. Germany
9. Greece
10.Hungary
11.Iceland
12.Italy
13.Latvia
14.Lithuania
15.Luxembourg
16.Malta
17.Netherlands
18.Norway
19.Poland
20.Portugal
21.Slovakia
22.Slovenia
23.Spain
24.Sweden
25.Switzerland (as per 12 December 2008)

Jadi dengan visa schengen itu, anda bisa keluar masuk ke 25 negara itu secara bebas. paling-paling kalo mau masuk Jerman, Republic Czech, Poland dan Latvia aja dicek paspor dan visa, tapi tidak ada stamp-stamp lagi. Stamp pada paspor hanya dilakukan di imigrasi bandara saat Anda tiba dan pulang.

Lebih baik VISA diurus sendiri saja, jangan diserahkan pada travel agent--mereka hanya memberi layanan mengantarkan saja/tidak ada jaminan bakal diapproved visanya. Dapat atau tidaknya visa sangat bergantung pada kelengkapan administrasi yang kita siapkan sendiri. Contoh biaya pengurusan visa di Kedubes Belanda hanya Rp 666.000, travel agent biasanya mencharge kita lebih dari itu, bahkan kadang di atas Rp 1 juta. Jadi, lebih baik diantar sendiri saja aplikasi visanya ke Kedubes.

Usahakan paspor jangan kosong melompong, coba pergi dulu ke negara-negara tetangga Spore, Malaysia, Thailand, Cambodia, Vietnam, Laos, Myamar. Ini contoh saja ya, agar dapat stempel buat menuh-menuhin paspor hehehe. Ada juga sih teman yang punya paspor kosong alias belum pernah ke luar negeri namun dapat visa Schengen, tapi sponsor/pengundangnya berposisi "kuat" di negara tersebut, alias tidak pernah bermasalah di negara itu.

Ini yang harus anda lakukan:

Download formulir aplikasi visa di http://indonesia.nlembassy.org/dsresource?objectid=buzabeheer:266278&type=org

atau mengambil formulir aplikasi visa Schengen (GRATIS) di Kedubes Belanda di Jakarta atau konsulat Belanda di bbrp kota di Indonesia, misal Bandung, Bali, Medan dan Surabaya. Alamat konsulat Belanda ada di sini: http://indonesia.nlembassy.org Untuk yang di Jakarta, formulir bisa diambil secara gratis di Kedubes Belanda

di Jl HR Rasuna Said Kav S-3Kuningan - Jakart Selatan 12950Telp 021-5248200

Setelah mendapat formulir, silahkan:

* Mengisi formulir secara lengkap

* Segera kontak/email kenalan/saudara anda di Belanda agar mereka pergi ke GEMEENTE (kantor walikota setempat dimana mereka tinggal). Beli formulir seharga Euro 14 (satu formulir). Mereka tinggal mengisi formulir itu dengan menyebut siapa yang diundangnya: nama, alamat, tempat tanggal/tanggal lahir orang yang diundang, no telp, email.

* Selain mengisi formulir dari gemeente, juga minta tolong pada kenalan untuk membuat surat undangan untuk anda yang isinya: mengundang anda, menyebutkan apa hubungan dia dengan anda (teman/kenalan/saudara), siapa yang akan mendanai perjalanan anda. Kalo anda mendanai sendiri perjalanan anda, siapkan saldo tabungan 3 bulan terakhir. Kalo kenalan/saudara anda yang mendanai maka minta dia menyiapkan saldo tabungannya 3 bulan terakhir. Artinya dia menjadi SPONSOR anda.

(Jika punya surat undangan/sponsor, artinya anda meminta VISA KUNJUNGAN)Ini contoh surat undangan/invitation letter: http://www.facebook.com/group.php?gid=128092889677&v=app_2373072738&ref=ts#!/topic.php?uid=128092889677&topic=17449

* Segera beli Asuransi perjalanan: bisa AXA atau ACA (di Jakarta AXA bisa dibeli di Gedung Mayapada Jl Jendral Sudirman). Harga asuransi bergantung pada lamanya perjalanan anda. Kedubes Belanda meminta asuransi perjalanan yang pertanggungannya minimum Euro 30.000.

Sebaiknya beli travel insurance AXA Premium yang pertanggungannya $US100.000.

Harga premi tergantung pada lamanya anda di Eropa.

Misal anda pergi 2 minggu, untuk premi single harganya $US43, jika mau ke Eropa 90 hari maka harga premi berkisar $US150 (single). Beli travel insurance paket family lebih murah.

http://www.axa-insurance.co.id/22/bhs/Personal-Insurance/Travel/SmartTraveller

INGAT: Jika anda tidak membeli asuransi perjalanan, maka saat anda datang ke Kedubes, berkas anda akan langsung ditolak dan akan disuruh kembali lagi ke Kedubes jika anda sudah beli asuransi perjalanan ini. Males banget khan kalo mesti bolak-balik ke Kedubes Belanda, apalagi kalo yang tinggal di luar kota.

* Siapkan reservasi tiket pesawat. (jika tidak terdesak, jangan membeli tiket dulu. Biasanya tiket promo membuat kita "panas" untuk langsung membelinya. Bisa saja kita beli tiket murah itu, tapi harus siap konsekuensi jika visa tidak diapproved. Jadi saya sarankan bikin reservasi tiket pesawat dulu untuk berjaga-jaga jika visa anda tidak diapproved.).

Jika tidak punya surat undangan atau sponsor, berarti anda meminta VISA TOURIST. Anda harus menyiapkan reservasi hotel selama perjalanan anda di Eropa. Jika anda di Eropa 2 minggu, maka akan diminta reservasi hotel selama 2 minggu anda menginap di hotel mana saja. Biasanya hotel2 meminta Down Payment 10% jikai reservasi di http://www.hostelbookers.com atau http://www.hostelworld.com Jika anda tidak mau bayar Down Payment dan Free jika ada pembatalan booking (tapi hanya hotel2 tertentu), coba reservasi di http://www.booking.com

Jika itu semua sudah siap, silahkan mengontak Kedubes Belanda untuk membuat appoinment guna menyerahkan berkas visa, tanggal appoinment bisa anda pilih dengan mengklik http://jakarta.embassytools.com/

Saudara/teman anda juga anda minta untuk segera mengirim email pada anda dan di-cc kepada jak-visa@minbuza.nl yang isinya:

- surat undangan yang dia buat untuk anda

- surat/formulir dari Gemeente

- foto kopi paspornya

- foto copy izin tinggalnya di Belanda (jika dia bukan orang Belanda asli) atau foto copy KTP buat yang asli Belanda.

Ingat, antrian untuk membuat janji/appoinment kadang-kadang PENUH atau BANYAK, karena itu secepatnya membuat appoinment. Aplikasi visa sudah bisa diajukan 3 bulan sebelum perjalanan anda lakukan, dan minimum 2 minggu sebelum perjalanan anda karena proses pembuatan visa minimal 10-14 hari kerja.

* Jika anda sudah mendapat tanggal untuk appoinment, silahkan datang ke Kedubes Belanda dengan membawa:

1. paspor asli dan foto copynya.
2. foto kopi: KTP, kartu pegawai, kartu kredit (jika punya), Kartu Pelajar/Mahasiswa.
3. pas foto berwarna 3 x 4 cm dengan latarbelakang warna PUTIH.
4. formulir aplikasi visa Schengen yang sudah diisi lengkap
5. foto kopi KK (kalo travelling dengan keluarga/suami/istri)
6. surat undangan dari pengundang (keluarga atau kenalan yang tinggal di negara yang akan dikunjungi), formulir dari Gemeente, berikut foto kopi paspor dan izin tinggal/KTP pengundang.
7. kalo tidak punya undangan, lampirkan reservasi hotel selama anda di sana. 2 minggu di sana, lampirkan semua hotel yang akan anda inapi. (semua jadwal perjalanan/ITINERARY selama di eropa sana).
8. reservasi tiket pesawat.
9. surat keterangan kerja dari kantor (ini membuktikan anda punya pekerjaan di Indonesia, sehingga anda tidak dicurigai akan mencari pekerjaan di Eropa sana atau berimigrasi secara gelap). Jika masih pelajar/mahasiswa sertakan surat dari sekolah/kampus yang menyatakan bahwa anda adalah pelajar/mahasiswa di sekolah/kampus tersebut.
10. Asuransi perjalanan.
11. foto kopi saldo tabungan anda/pengundang. berapa besar tabungan, Kedubes Belanda meminta anda menyiapkan dana Euro 35/hari. Jadi kalo mau ke Eropa 10 hari, siapkan saldo tabungan Euro 350 = Rp 4,2 juta. Namun itu aturan di atas kertas. Praktiknya: Siapkan saja dana secukupnya di saldo tabungan anda. Misal mau ke Eropa 2 minggu, siapkan saldo tabungan minimum Rp 20-25 juta. siapkan saldo tabungan 3 bulan terakhir saja dan harus jelas di sana aliran uang masuk dan keluar. Jangan "ujug-ujug" atau tiba-tiba ada uang masuk Rp 20 juta, 50 juta misalnya, karena akan dianggap itu DANA PINJAMAN. Jadi atur saldo 3 bulan terakhir/menjelang pengajuan permohonan visa.

Perlu dicatat: ada yang saldonya Rp 100 juta, enggak dapat visa tuh. jadi saldo banyak bukan jaminan dapat visa. intinya: dengan saldo tabungan 3 bulan terakhir, jika anda punya pekerjaan maka akan ketahuan dana/gaji rutin yang masuk ke tabungan anda setiap bulannya.

Jika anda masih pelajar/mahasiswa dan menggunakan saldo rekening tabungan orangtua, sebaiknya lampirkan juga surat keterangan dari orangtua yang menyatakan bahwa anda adalah anak mereka. Lengkapi dengan fotokopi KK.

* Kalo anda tidak punya uang dan datang ke eropa karena diundang, sebaiknya gunakan SISTEM SPONSOR: jadi foto copy saldo tabungan si pengundang yang anda lampirkan pada aplikasi visa anda. Si pengundang juga harus memiliki penghasilan minimum Euro 1.250/bulan.
12. Setelah berkas diperiksa lengkap oleh petugas di Kedubes Belanda, maka anda akan diminta membayar biaya visa Euro 60/ Rp 666.000 (per orang).
13. Anda akan diberi potongan kertas untuk mengambil paspor dan visa schengen anda.

PRINSIPNYA:Jika anda memenuhi semua persyaratan yang saya tuliskan di atas, tentunya tak ada alasan Kedubes Belanda untuk menolak permohonan visa schengen anda.

Semoga apa yang disampaikan ini bermanfaat buat semua yang bermimpi ke EROPA.


“Ke Luar Negeri Bukan Lagi Mimpi”

Source: indobackpacker

Kamis, 19 Juli 2012

Dalam Penentuan Ramadhan, Siapa yang Harus Diikuti?


Tanya :

Ustadz, dalam penentuan Ramadhan siapa yang harus diikuti umat? Apakah wajib mengikuti pemerintah sekarang ini?

Jawab :

Yang diwajib diikuti oleh kaum muslimin dalam penentuan awal Ramadhan, sesungguhnya hanyalah ulil amri (penguasa) dalam negara Khilafah, yaitu khalifah bukan yang lain. (Muqaddimah Ad Dustur, 1/21). Sebab hanya khalifah itulah yang memenuhi syarat-syarat sebagai ulil amri yang sah dan wajib ditaati umat, sebagaimana firman Allah SWT :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ



”Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-(Nya) dan ulil amri di antara kamu.” (QS An-Nisaa` [4] : 59).

Ulil amri (penguasa) ada dua macam; pertama, ulil amri yang sah menurut syara’ dan wajib ditaati oleh umat Islam. Dalam hal ini umat Islam tidak boleh memberontak (al-khuruj) kepada ulil amri ini serta wajib memberikan nasihat atau muhasabah kepadanya jika dia lalai atau menyalahi Syariah Islam.

Kedua, ulil amri yang tidak sah menurut syara’ dan tidak wajib ditaati oleh umat Islam. Dalam hal ini umat Islam boleh memberontak (al-khuruj) kepada ulil amri ini, namun hanya terbatas memberontak secara politik, yakni sikap politik tidak taat (membangkang), bukan memberontak dengan senjata (perang). Umat Islam wajib melakukan muhasabah politik secara tegas kepada ulil amri semacam ini. (Lihat Al Waie [Arab], No 295-297, Juli-September 2011, hlm. 205-206).

Ulil amri yang sah wajib memenuhi 3 (tiga) syarat; pertama, wajib memenuhi 7 (tujuh) syarat khalifah, yaitu muslim, laki-laki, merdeka (bukan budak), berakal, baligh, adil (tidak fasik), dan berkemampuan (ahlul kifayah wa al qudrah). Jadi kalau ada satu atau lebih dari tujuh syarat itu yang tidak terpenuhi, maka dengan sendirinya ulil amri yang ada tidak sah menurut syara’. Misalnya, beragama non Islam, berjenis kelamin perempuan, gila, masih anak-anak (belum baligh), berbuat fasik (misalnya berzina, terlibat riba, suap, dsb), atau tidak mampu baik secara fisik (misalnya sakit berat) maupun tidak mampu dalam arti tidak cakap menjalankan roda pemerintahan Islam. Dalil-dalil syar’i terperinci untuk ketujuh syarat ini telah diuraikan dalam kitab Muqaddimah Ad Dustur, Beirut : Darul Ummah, 2009, Juz I hlm. 130-133.

Kedua, wajib dibai’at oleh umat secara syar’i dan sahih untuk melaksanakan kekuasaan berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya. Jadi kalau penguasa yang ada tidak dibai’at oleh umat untuk melaksanakan Al Qur`an dan As Sunnah, berarti dia ulil amri yang tidak sah. Sebab bai’at tiada lain adalah akad (kontrak) politik penyerahan kekuasaan dari umat kepada seseorang yang diangkat menjadi khalifah untuk melaksanakan Al Qur`an dan As Sunnah. Dalil-dalil kewajiban bai’at secara garis besar ada dua, yaitu pembaiatan kaum muslimin kepada Rasulullah SAW dan perintah Rasulullah SAW kepada umat Islam untuk membaiat seorang imam (khalifah), seperti sabda Rasulullah SAW :

مَنْ بَايَعَ إِمَامًا فَأَعْطَاهُ صَفْقَةَ يَدِهِ وَ ثَمْرَةَ قَلْبِهِ فَلْيُطِعْهُ إِنْ اِسْتَطَاعَ

”Barangsiapa membaiat seorang imam lalu memberikan kepadanya genggaman tangannya dan buah hatinya, maka hendaklah ia mentaati imam itu sekuat kemampuan dia…” (HR Muslim, no 1844). (Muqaddimah Ad Dustur, 1/139)

Ketiga, wajib segera menerapkan Syariah Islam secara menyeluruh dalam segala aspek kehidupan. Jadi kalau penguasa yang ada tidak menerapkan Syariah Islam, atau hanya menerapkan Syariah Islam secara parsial, atau bahkan memusuhi Syariah Islam, berarti dia ulil amri yang tidak sah. Sudah maklum bahwa menerapkan Syariah Islam secara keseluruhan adalah wajib, sesuai firman Allah SWT :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً

”Hai orang-orang yang beriman masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya.” (QS Al Baqarah [2] : 208). (Al Waie [Arab], No 295-297, hlm. 205-206).

Berdasarkan tiga syarat ulil amri di atas, maka dapat dikatakan bahwa para penguasa Dunia Islam saat ini, entah itu di Libia, Suria, Sudan, Tunisia, Mesir, Yaman, Arab Saudi, juga para penguasa negara-negara Teluk, Iran, Turki, Asia Tengah, Asia Tenggara, dan lain-lain, semuanya adalah ulil amri yang tidak sah dan tidak wajib ditaati, termasuk dalam penentuan puasa Ramadhan. (Al Waie [Arab], No 295-297, hlm. 206). Wallahu a’lam. (www.konsultasi.wordpress.com)

Kutipan : http://konsultasi.wordpress.com/2012/07/17/dalam-penentuan-ramadhan-siapa-yang-harus-diikuti. Muhammad Shiddiq Al Jawi

Jumat, 13 Juli 2012

Perbedaan penentuan puasa LAKNAT bukan RAHMAT

Perbedaan awal puasa antar negara adalah hal yang bisa difahami, walau pun tidak mesti terjadi pada masa sekarang yang serba canggih bahwa setelah konjungsi hilal sudah muncul di atas horizon setelah terbenam matahari.

Hal itu disampaikan staf pengajar pada Islamic University of Europa, Prof. Dr. Sofjan Siregar, MA kepada detikcom, Sabtu (14/7/2012).

"Namun jika perbedaan awal Ramadan di satu negara apalagi di kota yang sama seperti Jakarta bahkan di satu gang yang sama, maka itu bukan lagi rahmat, namun laknat bagi umat Islam di tanah air," ujar Sofjan.

Menurut Sofjan, perbedaan penetapan awal Ramadan sejak dulu bukan karena beda methode antara rukyah dan hisab, namun karena gengsi antara Muhammadiyah yang menerapkan methode horizon bebas dan Kemenag yang didominasi pemikiran horizon lokal.

"Karena methode apa pun yang pdipakai jika masing-masing pihak memahami bahwa tujuan dari rukyah dan hisab adalah sama yaitu hilal, pasti bisa ketemu dan puasa bersama," tandas Sofjan.

Lanjut Sofjan, hakekat dan esensi perintah merukyah bukan ibadah dan tidak boleh disakralkan, tapi justru adalah untuk mengetahui apakah hilal sudah muncul atau belum. Jika kita sudah tahu hilal jauh sebelumnya, mengapa lajnatul isbath Kemenag dan ormas islam lainnya harus menunggu 29 Syaban setiap tahun untuk observasi hilal?

Jika hilal sudah diyakini pasti muncul, mungkin dilihat di tempat lain, namun tidak mungkin dilihat di Indonesia, mengapa Kemenag harus mengerahkan massa memantau hilal di beberapa titik di tanah air pada 29 Syaban?

"Artinya kenapa anggaran observasi dialokasikan dan dicairkan padahal sudah tahu haqqulyakin bahwa hilal untuk tahun ini pada tanggal tersebut tidak bisa dirukyah?Bukankah ini suatu pembodohan umat?," gugat Sofjan.

Dijelaskan, untuk tahun ini konjungsi matahari dan bulan terjadi pada Kamis 19 Juli 2012 pukul 04.24 UT, 07.24 waktu Mekkah. Kondisi hilal di Indonesia sulit dirukyah karena ketinggian hilal kurang dari 2 derajat, walau pun sebenarnya ketinggian hilal 1 derajat pun pernah bisa dirukyah pada 1971 di Indonesia.

Yang jelas, lanjut Sofjan, hilal sudah ada setelah matahari terbenam dan berumur lebih dari 8 jam setelah konjungsi. Kemungkinan dilihat di Mekkah ada selama sekitar 6 menit setelah matahari terbenam pada pukul 19.05 waktu setempat, lalu hilal tenggelam pada pukul 19.11.

Dalam pandangan Sofjan, hanya ada satu solusi yaitu bubarkan lajnatul isbat dan ganti dengan lajnatul falak. Artinya, tidak mesti kumpul dan kongko-kongko lagi di Kemenag pada setiap tanggal 29 Syaban, tapi tentukan jauh sebelumnya bahwa puasa jatuh pada hari sekian dan tanggal sekian.

Kemenag tahun ini harus berani menggunakan otoritasnya untuk mengumumkan awal puasa beberapa hari sebelum akhir Syaban dan menyiarkan puasa serentak pada 20 Juli 2012. Kemenag harus membuktikan bahwa Islam adalah rahmatan lilalamin bukan laknatan lilalamin.

"Adalah suatu kesalahan besar jika beberapa ormas Islam dan lajnatul isbath Kemenag masih bersikeras mempertahankan tradisi dan adat yang tidak ada kaitannya dengan ibadat. Merukyah sendiri, dengan melakukan methode horizon lokal, berarti mempersempit rahmat dan menyebar laknat terhadap umat Islam di tanah air," demikian Sofjan.

Kutipan detik.com 14 Juli 2012

Rabu, 30 Mei 2012

Catatan Seorang kawan di dunia maya, sensasi terbang dengan Microsoft Flight Simulator

Halo Pak Abdul Haris,

Saya Eko Nugroho, hobbyist flight simulator juga.

Untuk training flight simulator setahu saya baru ada di link yang diberikan oleh rekan di Indoflyer tersebut (yang di Cipondoh/Modernland). Itu yang formal.

Namun jika ingin yang nonformal, dengan menjadi anggota Indoflyer pun, lama-kelamaan pasti akan mahir dalam hobby yang menarik ini.

Ketika membaca posting Pak Abdul Haris, saya jadi ingat hampir 15 tahun lalu ketika saya berkenalan dengan flight simulator. Saya hanya ingin share saja pengalaman pribadi, semoga berkenan.

Lima belas tahun lalu masih zaman Microsoft Flight Simulator 5.1 for DOS. Tampilan dan lain-lain jelas masih lebih mirip zaman batu, dibanding sekarang. Sejak awal saya tertarik software ini karena lebih dari sekadar GAME biasa, sisi edukasinya sangat potensial untuk dimanfaatkan pemakainya. Jika game biasa ukurannya adalah SCORE dan mati atau hidup, maka di flight simulator masih ada yang lebih penting dari sekadar mati/hidup, yakni analisis mengapa bisa begini/begitu, mengapa bisa jatuh, mengapa engine bisa shut down mendadak, dll.

Lima belas tahun lalu sangat berbeda dengan sekarang. Internet belum mewabah, malah baru BBS (bulletin board system), belum banyak world wide web. Pemakai internet bisa dihitung dengan jari. Saya termasuk yang beruntung seminggu sekali selama 2 jam bisa tersambung ke internet, itu pun BBS. Akibatnya dulu sangat sulit sharing dan membuat komunitas rekan-rekan sehobi seperti sekarang. Yang terjadi adalah, saya harus berusaha sendiri, memanfaatkan koneksi yang 2 jam seminggu itu untuk mencari info tentang hobi flightsim ini.

Flightsim-nya sendiri juga masih jauh dari sempurna (tapi sudah menjadi "surga" bagi saya waktu itu). MS Flight Simulator 5.1 for DOS. Sangat tidak user friendly seperti sekarang. Lebih banyak aspek "game"-nya daripada edukasinya. Tidak ada FMC, tidak ada overhead panel, tidak ada radar cuaca, tidak ada HELP CENTER di dalam FS untuk memudahkan newbie belajar, dll.

Peta penerbangan pun, dulu saya harus membuat sendiri. Wilayah terbang terbatas hanya antaraI
Chicago ke New York, atau malah seputar Chicago saja (Meigs airfield, Chicago O'Hare, Chicago Midway, Kankakee airport dan Champaign Urbana University airport - sampai hapal luar kepala karena... ya cuma di situ-situ saja terbangnya. Bali? Medan? Jogya? Eropa? Jangan bermimpi. Sama sekali tidak ada). Alhasil, peta penerbangan saya buat di kertas kwarto dengan tangan, memakai spidol warna. Kode VOR dan ILS bandara saya gambar manual di situ. Peta lusuh itu sampai sekarang masih ada, dan saya simpan untuk kenang-kenangan.

Sekarang zaman sudah sangat berubah. Para newbie yang menekuni hobby ini langsung di-expose dengan kecanggihan FSX. Mungkin mereka malah mengira bahwa FSX itu "game baru" yang beredar di pasaran (dan tidak melihat fakta mencengangkan bahwa FS sudah masuk ke dalam kategori game klasik yang secara konsisten dikembangkan selama puluhan tahun, dan punya andil besar dalam lahir dan tumbuhnya raksasa industri Microsoft).

Saya akui, FSX itu sangat memudahkan pemakainya untuk mempelajari segala hal mendasar mengenai aviasi. Jangan dibandingkan dengan FS 5.1 dulu, atau lebih parah lagi dengan FS sebelumnya (FS 1.0).

Saya sering sharing kepada sesama rekan atau saudara saya yang baru menggeluti hobi ini. Awalnya saya selalu mengatakan, yakinkan dulu keinginan mereka. Apakah ingin sekadar "have fun" atau memang serius ingin belajar? Karena jika hanya ingin "have fun", sayang sekali menghabiskan jutaan rupiah untuk membeli PC kelas berat, karena nantinya pasti akan kecewa dengan FS ini ("tidak menantang, bosen, ribet" demikian komentar yang banyak saya dengar). Banyak game kategori simulasi penerbangan yang menawarkan aspek "fun", di antaranya RED BARON, WAR OVER PACIFIC, dll. Mungkin game-game itu lebih cocok.

Namun jika memang ingin "belajar sambil bermain", Microsoft FS (bukan Microsot FLIGHT, lho), X-PLANE dan LOCK-ON serta FALCON (dua terakhir khusus simulasi pesawat tempur) bisa menjadi pilihan yang sangat baik.

Saya sangat menyarankan, alih-alih memakai FSX sebagai edisi terakhir keluarga Microsoft FS, lebih baik Pak Abdul Haris memakai FS2004. FSX, selain boros hardware, juga frame rate-nya tidak maksimal, sehingga agak mengganggu ketika bersimulasi (namun maaf, mungkin hardware Pak Abdul memang sudah cukup kuat menjalankan FSX, sehingga tidak ada masalah dengan frame rate). Tetapi, masih ada lagi salah satu kekurangan lain, yakni masalah ADD ON. Saat ini add on terbanyak masih untuk FS2004. Itulah alasan saya lebih menyarankan memakai FS2004.

Untuk Pak Abdul Haris dan putranya, saya menyarankan menginstalasi aplikasi berikut ini (saya tidak tahu apakah ada di FSX. Aplikasi ini based on FS2004):

FLIGHTMODEL:

1. Carenado Cessna 172
2. Carenado Cessna 182
3. PMDG Boeing 747-400
4. LEVEL-D Boeing 767
5. I-Fly Boeing 737-900ER
6. Leonardo Maddog MD-80
7. Wilco Feelthere Boeing 737-400
8. Flight1 ATR 72
9. Majestic Software DASH-8 Pilot Edition

Saya tidak menginstal apa-apa lagi selain flightmodel di atas. Menurut saya dan rekan-rekan lain, hanya flight model itulah yang paling realistis dibanding yang lainnya (sekali lagi untuk FS2004). Lupakan flight model bawaan (default) Microsoft. Hapus semua kalau perlu, karena mereka sangat sangat tidak realistis, baik dalam hal avionik, instrumen maupun karakteristik terbangnya. Dua flightmodel teratas adalah untuk latih dasar. Dua yang terbawah adalah turboprop. Selain itu jet. Khusus Airbus, saya tidak merekomendasikan apa pun, karena tidak ada yang realistik simulasinya.

SCENERY:

Scenery di sini menjadi sangat subjektif, tergantung kesukaan masing-masing user. Untuk Indonesia, saya rekomendasikan buatan BDO Aviation (Soekarno Hatta, Husein Sastranegara, Ngurah Rai serta Frans Kaisiepo), buatan iScenery (Adisucipto dan Juanda lama). Yang cukup wajib diinstal pertama kali adalah Indonesia MESH Scenery buatan Pak Bram (Indoflyer, silakan cari di website), gunanya untuk memperbaiki tingkat realita kontur geografis di Indonesia, based on pemetaan satelit. Ground Environment Professional dan Flight Environment Professional juga sangat baik untuk menyulap scenery menjadi lebih realistis.

UTILITY:

1. FS Navigator (gunakan versi 4.7)
2. FSUIPC
(dua di atas itu sangat wajib diinstal, karena sangat banyak kegunaannya. FSUIPC adalah media komunikasi antara FS dengan aplikasi-aplikasi pendukungnya).
3. FSBuild atau FSCommander untuk flight planning yang lebih detil
4. Active Sky Evolution (untuk mapping cuaca real time)
5. Radar Contact 4 (ATC yang realistis)
6. Jeppesen Sim Chart (peta navigasi yang diadaptasi dari peta penerbangan real)

Untuk awalnya, itu saja sudah cukup untuk mulai mempelajari FS dan dunia penerbangan.

Sisanya, selamat bergabung di Indoflyer, di sana banyak rekan-rekan yang senang berdiskusi mengenai hobby ini.

Terima kasih dan mohon maaf kalau mengganggu.

Salam,
Eko Nugroho

Senin, 21 Mei 2012

Pulau Cinta di sungai Musi Palembang

Perjalananku ke palembang berawal dari sebuah legenda unik yang mengisahkan asal mula terjadinya Pulau Kemaro atau pulau cinta di Palembang, Sumatra Selatan, Indonesia. Menurut cerita, pulau tersebut merupakan penjelmaan Siti Fatimah putri Raja Sriwijaya yang menceburkan diri ke Sungai Musi hingga tewas. Peristiwa tewasnya putra Raja Sriwijaya tersebut disebabkan oleh tindakan ceroboh yang dilakukan oleh kekasihnya bernama Tan Bun Ann, putra Raja Negeri Cina. Kecerobohan apa yang telah dilakukan oleh Tan Bun Ann?

Berikut ini kisah Legenda Pulo Kemaro
Alkisah, di daerah Sumatra Selatan, tersebutlah seorang raja yang bertahta di Kerajaan Sriwijaya. Raja tersebut mempunyai seorang putri yang cantik jelita bernama Siti Fatimah. Selain cantik, ia juga berperangai baik. Sopan-santun dan tutur bahasanya yang lembut mencerminkan sifat seorang putri raja. Kecantikan dan keelokan perangainya mengundang decak kagum para pemuda di Negeri Palembang. Namun, tak seorang pun pemuda yang berani meminangnya, karena kedua orang tuanya menginginkan ia menikah dengan putra raja yang kaya raya.

Pada suatu hari, datanglah seorang putra raja dari Negeri Cina bernama Tan Bun Ann untuk berniaga di Negeri Palembang. Putra Raja Cina itu berniat untuk tinggal beberapa lama di negeri itu, karena ia ingin mengembangkan usahanya. Sebagai seorang pendatang, Tan Bun Ann datang menghadap kepada Raja Sriwijaya untuk memberitahukan maksud kedatangannya ke negeri itu.

“Ampun, Baginda! Nama hamba Tan Bun Ann, putra raja dari Negeri Cina. Jika diperkenankan, hamba bermaksud tinggal di negeri ini dalam waktu beberapa lama untuk berniaga,” kata Tan Bun Ann sambil memberi hormat.

“Baiklah, Anak Muda! Aku perkenankan kamu tinggal di negeri ini, tapi dengan syarat kamu harus menyerahkan sebagian untung yang kamu peroleh kepada kerajaan,” pinta Raja Sriwijaya.

Tan Bun Ann pun menyanggupi permintaan Raja Sriwijaya. Sejak itu, setiap minggu ia pergi ke istana untuk menyerahkan sebagian keuntungan dagangannya. Suatu ketika, ia bertemu dengan Siti Fatimah di istana. Sejak pertama kali melihat wajah Siti Fatimah, Tan Bun Ann langsung jatuh hati. Demikian sebaliknya, Siti Fatimah pun menaruh hati kepadanya. Akhirnya, mereka pun menjalin hubungan kasih. Karena merasa cocok dengan Siti Fatimah, Tan Bun Ann pun berniat untuk menikahinya.

Pada suatu hari, Tan Bun Ann pergi menghadap Raja Sriwijaya untuk melamar Siti Fatimah.

“Ampun, Baginda! Hamba datang menghadap kepada Baginda untuk meminta restu. Jika diperkenankan, hamba ingin menikahi putri Baginda, Siti Fatimah,” ungkap Tan Bun Ann.

Raja Sriwijaya terdiam sejenak. Ia berpikir bahwa Tan Bun Ann adalah seorang putra Raja Cina yang kaya raya.

“Baiklah, Tan Bun! Aku merestuimu menikah dengan putriku dengan satu syarat,” kata Raja Sriwijaya.

“Apakah syarat itu, Baginda?” tanya Tan Bun Ann penasaran.

“Kamu harus menyediakan sembilan guci berisi emas,” jawab Raja Sriwijaya.

Tanpa berpikir panjang, Tan Bun Ann pun bersedia memenuhi syarat itu.

“Baiklah, Baginda! Hamba akan memenuhi syarat itu,” kata Tan Bun Ann.

Tan Bun Ann pun segera mengirim utusan ke Negeri Cina untuk menyampaikan surat kepada kedua orang tuanya. Selang beberapa waktu, utusan itu kembali membawa surat balasan kepada Tan Bun Ann. Surat balasan dari kedua orang tuanya itu berisi restu atas pernikahan mereka dan sekaligus permintaan maaf, karena tidak bisa menghadiri pesta pernikahan mereka. Namun, sebagai tanda kasih sayang kepadanya, kedua orang tuanya mengirim sembilan guci berisi emas. Demi keamanan dan keselamatan guci-guci yang berisi emas tersebut dari bajak laut, mereka melapisinya dengan sayur sawi tanpa sepengetahuan Tan Bun Ann.

Saat mengetahui rombongan utusannya telah kembali, Tan Bun Ann dan Siti Fatimah bersama keluarganya serta seorang dayang setianya segera berangkat ke dermaga di Muara Sungai Musi untuk memeriksa isi kesembilan guci tersebut. Setibanya di dermaga, Tan Bun Ann segera memerintahkan kepada utusannya untuk menunjukkan guci-guci tersebut.

“Mana guci-guci yang berisi emas itu?” tanya Tan Bun Ann kepada salah seorang utusannya.

“Kami menyimpannya di dalam kamar kapal, Tuan!” jawab utusan itu seraya menuju ke kamar kapal tempat guci-guci tersebut disimpan.

Setelah utusan itu mengeluarkan kesembilan guci tersebut dari kamar kapal, Tan Bun Ann segera memeriksa isinya satu persatu. Betapa terkejutnya ia setelah melihat guci itu hanya berisi sayur sawi yang sudah membusuk.

“Oh, betapa malunya aku pada calon mertuaku. Tentu mereka akan merasa diremehkan dengan barang busuk dan berbau ini,” kata Tan Bun Ann dalam hati dengan perasaan kecewa seraya membuang guci itu ke Sungai Musi.

Dengan penuh harapan, Tan Bun Ann segera membuka guci yang lainnya. Namun, harapan hanya tinggal harapan. Setelah membuka guci-guci tersebut ternyata semuanya berisi sayur sawi yang sudah membusuk. Bertambah kecewalah hati putra Raja Cina itu. Dengan perasaan kesal, ia segera melemparkan guci-guci tersebut ke Sungai Musi satu persatu tanpa memeriksanya terlebih dahulu. Ketika ia hendak melemparkan guci yang terakhir ke sungai, tiba-tiba kakinya tersandung sehingga guci itu jatuh ke lantai kapal dan pecah. Betapa terkejutnya ia saat melihat emas-emas batangan terhambur keluar dari guci itu. Rupanya di bawah sawi-sawi yang telah membusuk tersebut tersimpan emas batangan. Ia bersama seorang pengawal setianya segera mencebur ke Sungai Musi hendak mengambil guci-guci yang berisi emas tersebut.

Melihat hal itu, Siti Fatimah segera berlari ke pinggir kapal hendak melihat keadaan calon suaminya. Dengan perasaan cemas, ia menunggu calon suaminya itu muncul di permukaan air sungai. Karena orang yang sangat dicintainya itu tidak juga muncul, akhirnya Siti Fatimah bersama dayangnya yang setia ikut mencebur ke sungai untuk mencari pangeran dari Negeri Cina itu. Sebelum mencebur ke sungai, ia berpesan kepada orang yang ada di atas kapal itu.

“Jika ada tumpukan tanah di tepian sungai ini, berarti itu kuburan saya,” demikian pesan Siti Fatimah.

Beberapa hari setelah peristiwa tersebut, muncullah tumpukan tanah di tepi Sungai Musi. Lama kelamaan tumpukan itu menjadi sebuah pulau. Masyarakat setempat menyebutnya Pulo Kemaro. Pulo Kemaro dalam bahasa Indonesia berarti Pulau Kemarau. Dinamakan demikian, karena pulau tersebut tidak pernah digenangi air walaupun volume air di Sungai Musi sedang meningkat.

Demikianlah Legenda Pulo Kemaro dari daerah Palembang, Sumatra Selatan. Pulau Kemaro yang terletak sekitar lima kilo meter di sebelah timur Kota Palembang ini memiliki luas kurang lebih 24 hektar. Kini, Pulau Kemaro menjadi salah satu obyek wisata menarik, khususnya wisata budaya dan religius, di Palembang. Setiap perayaan Cap Go Meh (15 hari setelah Imlek) ribuan masyarakat Cina (baik dari dalam maupun luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Cina) datang berkunjung ke Pulau Kemaro untuk melakukan sembahyang atau berziarah. Di pulau itu terdapat sebuah kuil sebagai tempat peribadatan, dan di dalamnya terdapat gundukan tanah yang diyakini makam Siti Fatimah, dan dua gundukan tanah yang agak kecil yang diyakini makam pengawal Tan Bun Ann dan makam dayang Siti Fatimah.
Dan di pulau tersebut ada sebuah pohon langka yang dinamakan pohon cinta dan konon kalau pasangan muda mudi kesini maka dipercaya akan lankit ke pernikahan...(hidup mati jodoh di tangan Allah swt manusia hanya berusaha dan berdoa).

Nah berikut ini catatan kecilku tentang perjalanan ke Palembang dan ke pulau Kemaro:
Palembang ditempuh dengan pesawat dari Jakarta sekitar 1 jam dan mendarat di bandara international sultan Mahmud badaruddin II, berikut ini beberapa obyek wisata penting selama 2 hari berada di Palembang:

Sungai Musi dan Jembatan Ampera
Disini saya menyaksikan kehidupan penduduk sekitar sungai musi dan mencoba naik getek menantang lebar dan derasnya arus sungai musi sambil menikmati keindahan dan keunikan jembatan ampera yang pernah menjadi jembatan terpanjang di asia tenggara dengan panjang 1117m yang dibangun pada masa soekarno dengan dana hasil rampasan perang dengan Jepang. Dimalam hari jempatan ini sangat indah dengan lampu lampunya.

Benteng Kuto Besak
Terletak di tepian Sungai Musi dan berdekatan dengan Jembatan Ampera, Benteng ini merupakan salah satu bangunan peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam. Di bagian dalam benteng terdapat kantor kesehatan Kodam II Sriwijaya dan rumah sakit. Benteng ini merupakan satu-satunya benteng di Indonesia yang berdinding batu dan memenuhi syarat perbentengan / pertahanan yang dibangun atas biaya sendiri untuk keperluan pertahanan dari serangan musuh bangsa Eropa dan tidak diberi nama pahlawan Eropa.

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II
Terletak di dekat Jembatan Ampera dan Benteng Kuto Besak. Pertama kali dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1823 dan selesai pada tahun 1825, untuk rumah resmi residen Belanda di Palembang. Dulunya daerah ini merupakan istana Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo, dikenal sebagai Sultan Mahmud Badaruddin I pada tahun 1737. Setelah kalah pertempuran ke Belanda pada tahun 1821, istana itu hancur dan Sultan Mahmud Badaruddin II diasingkan. Fungsi bangunan ini berubah dari waktu ke waktu sejalan dengan dinamika lokal. Hal ini pernah digunakan sebagai markas Jepang selama invasi Jepang, markas TNI pada tahap awal kemerdekaan Indonesia, sebuah kantor pemerintah daerah dan akhirnya sebuah museum. Didalamnya terdapat banyak benda bersejarah Kota Palembang seperti arca Ganesha masa peninggalan kerajaan Sriwijaya.

Pasar Ilir
Terletak di pinggir sungai Musi, dari dahulu sungai merupakan jantung perekonomian masyarakat Palembang dan pembentuk budaya sungai (River culture). Rakyat dari hulu dan hilir Sungai Musi membawa hasil alam dan menjualnya di sepanjang tepian sungai ini dengan menggunakan perahu kajang, berkumpul dan membuat hamparan di lokasi ini, kemudian berkembang hingga pembangunan petak permenen. Pasar ini diperkirakan mulai berkembang pada pertengahan abad ke-19. Aktivitas perdagangan, yang sesungguhnya sudah dimulai pada masa Kesultanan Palembang Darussalam.

Pulau Kemaro
Pulau Kemaro ditempuh dengan naik getek dari Sungai Musi sekitar 20.000 Atau sewa getek 150rb, lama perjalanan sekitar 30 menit menyusuri sungai Musi

Mpek mpek dan tekwan Palembang
Hampir semua mpek mpek dan tekwan ueenak baik di warung atau di gerobak....